Sejarah Awal Mulanya eSports

Sejarah Awal Mulanya eSports

Prinsip dasar Main Game memang sekedar mengisi waktu luang ataupun kegiatan menyenangkan hati dan pikiran, akan tetapi masa kini sejak kisaran tahun 2000an menjadi hobby yang menghasikan uang.

Benar sekali, kini bermain games dikategorikan sebagai E-Sports (eSports) atau singkatan dari Electronic Sports atau Olahraga Rekreasi Masyarakat. Dengan adanya eSports, kini para pemuda dari seluruh dunia dapat menyalurkan bakat dan minatnya melalui cabang olahraga ini.

Bahkan di Indonesia sendiri pun sudah didirikan IeSPA atau Indonesia eSports Association dibawah naungan Kemenpora. Sebelum berkembangnya seperti saat ini, eSports memiliki sejarah panjang seperti halnya cabang olahraga lainnya.

Berikut ini merupakan Sejarah Awal Mulanya eSports dari DepoOlahraga dengan merangkumnya dari berbagai situs yang menuliskannya. Semoga kamu dapat lebih menerima Gamers bukanlah sekedar buang waktu dan uang dengan mengetahui tentang eSports.

Barangkali ada diantara kamu pengunjung DepoOlahraga Situs Berita Olahraga Terupdate yang belum mengenal atau merasa asing dan bertanya-tanya sesungguhnya eSports itu apa ?

Bila kita menerjemahkannya melalui kata eSports, yaitu Cabang Olahraga Elektronik. E-Sports di Indonesia juga telah didukung oleh IeSPA (Indonesia eSports Association).

Berawal dari kisaran tahun 2000an, berbagai kompetisi dengan kelas internasional mulai bermunculan dan menjadikan perkembangan eSports tumbuh subur, seperti Electronic Sports World Cup, World Cyber Games, Intel Extreme Masters, Major League Gaming, dan kawan-kawannya.

Sejarah Awal Mulanya eSports merupakan pertama kali dari turnamen local di Universitas Stanford yang diadakan pada 19 oktober 1972 untuk game Spacewars.

Hadiah tournament pada saat itu adalah gratis berlangganan Majalah Rolling Stone selama satu tahun. Sedangkan untuk tournament besar dipegang oleh game Space Invaders yang diadakan oleh Atari dan diikuti 10.000 pemain di Amerika Serikat.

Kemudian munculah Red Annehilnation yang dianggap sebagai cikal bakal Esport pertama karena diikuti oleh 2000 peserta. Beberapa minggu setelah kemunculan Red Annehilation, munculah Cyberathlet Professional League ditahun yang sama.

Pergeseran genre FPS (atau mungkin lebih spesifik ke CS 1.6) sebagai arus mainstream eSports ke MOBA juga terjadi di era ini, atau tepatnya di 2010.

Setelah kompetisi LoL disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia dan Valve mendapatkan trademark untuk DoTa 2. Ditambah lagi, DoTa 2 seolah menjadi ‘anak emas’ dan CS:GO menjadi ‘anak tiri’ Valve.

Namun yang paling menarik di era ini sebenarnya adalah peran media yang menjadi faktor utama pertumbuhan pesat eSports. Tentu saja, kita tidak bicara soal media mainstream, seperti televisi (TV).

Akan tetapi, terdapat media modern yang juga melesat naik popularitasnya seperti Pentakill, Youtube, dan Twitch. Karena, faktanya bahwa televisi tetap akan lebih memilih hiburan mainstream untuk kalangan mainstream.

Contohnya yang disukai oleh kalangan masyarakat yang mainstream yaitu: infotainment, sinetron, talent show, kuis berhadiah, berita politik, ketimbang pertandingan eSports.

Jangankan eSports, bandingkan saja frekuensi jam tayang olahraga dengan program – program yang telah disebutkan tadi. Seringkali tayangnya berita, kisah, ataupun tips tentang Olahraga akan berada pada jam yang bukanlah premium spot paling banyak yang menonton TV.

Selain melalui ikuti eSports, kamu juga bisa dapatkan uang puluhan juta rupiah hanya main game, yaitu melalui Bandar Judi Online. Buktikanlah sendiri kalau kamu kurang percaya !

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,
Judi Bola Undepo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply