Profile Dan Video Goal Terbaik Gabriel Omar Batistuta

Profile Dan Video Goal Terbaik Gabriel Omar Batistuta

Profile Pemain Sepakbola – Gabriel Omar Batistuta, sang legenda sepakbola asal Argentina yang lahir pada tanggal 1 Februari 1969 atau yang lebih di kenal dengan julukan Batigol.

Gabriel Batistuta atau Batigol merupakan seorang mantan pesepakbola profesional yang banyak menghabiskan karier bermain sepakbolanya sebagai seorang striker haus gol di sebuah klub sepakbola Serie A Liga Italia, ACF Fiorentina (La Viola).

Untuk mengenang dan mengingat kembali penampilan – penampilan gemilang dari Gabriel Batistuta, silahkan kamu simak Profile Pemain Sepakbola yang sangat melegenda namanya.

Gabriel Omar Batistuta juga merupakan pencetak gol terbanyak urutan ke-9 sepanjang masa di liga Serie A Italia, dengan koleksi 184 gol dalam 318 pertandingan yang dia ikuti antara tahun 1991 sampai 2003.

Di level Internasional, Batistuta adalah Top Skor sepanjang masa team nasional Argentina, dengan 56 gol di 78 pertandingan team nasional yang telah dia ikuti, termasuk mengikuti 3 kali Piala Dunia berturut-turut pada tahun 1994 di Amerika Serikat.

Tahun 1998 di Perancis & terakhir pada tahun 2002 di Korea & Jepang. Pada tahun 2004, namanya dimasukan kedalam daftar FIFA 100 atau daftar “125 Greatest Living Footballers”.

Ketika ACF Fiorentina, klub yang dia bela terdegradasi ke Serie B pada tahun 1993, Batistuta tetap setia membela klub-nya dan membantu ACF Fiorentina untuk kembali lagi berlaga di Serie A setahun kemudian.

Untuk menghormati kesetiaan dan jasa-jasanya atas klub kesayangan warga Florence, kemudian para fans membuat sebuah replika patung perunggu dirinya pada tahun 1996 yang kemudian diletakan di depan stadion kebanggaan mereka yaitu Stadion Artemio Franchi.

Dia tidak pernah menjuarai Serie A bersama Fiorentina, tetapi ketika dia pindah ke klub AS Roma pada tahun 2000, dia akhirnya berhasil menjuarai kompetisi Serie A sekaligus menyempurnakan karier sepakbolanya di Italia.

Beberapa tahun kemudian ia bermain di sebuah klub di Qatar yaitu Al-Arabi sebelum kemudian ia pensiun di tahun 2005. Sungguh sangat panjang perjalanan kariernya Gabriel Omar Batistuta dan sangat menarik untuk disimak.

Kehidupan Pribadi Gabriel Batistuta;

Agen Online Terpercaya

Batistuta lahir pada 1 Februari 1969, dari pasangan Omar Batistuta dan Gloria Batistuta, di sebuah kota yang bernama Avellaneda, di provinsi Santa Fe – Argentina, tetapi tumbuh & besar di kota Reconquista. Dia memiliki 3 orang adik perempuan yang bernama Elisa, Alejandra dan Gabriela.

Pada usia 16 tahun, dia bertemu dengan Irina Fernández yang lima tahun kemudian atau pada 28 Desember 1990 menjadi istri sah-nya, mereka menikah di Gereja Saint Roque.

Pasangan tersebut kemudian pindah ke kota Florence di Italia tahun 1991 dan setahun kemudian anak mereka yang pertama “Thiago” lahir. Berkat permainan sepakbolanya yang mengagumkan baik bersama klub-nya di liga Italia maupun bersama team nasional Argentina, Batistuta memperoleh popularitas dan materi yang melimpah.

Dia sempat membintangi beberapa iklan TV dan juga di undang bermain dalam beberapa TV show, tetapi dengan semua yang telah dia dapatkan itu dia tetap seorang pria rumahan yang low-profile.

Di tahun 1996, setelah kemenangan Fiorentina 2-1 atas AC Milan, dia merayakan gol-nya dengan mengatakan Te amo, Irina (‘Aku Cinta Kamu, Irina’, kepada istrinya) di depan kamera.

Pada tahun 1997, anak kedua Batistuta “Lucas” lahir, dan anak ketiganya “Joaquín” menyusul pada tahun 1999, beberapa waktu kemudian anak keempatnya “Shamel” pun lahir.

Tahun 2000, Batistuta dan keluarganya pindah ke kota Roma, karena ia akan bermain untuk klub barunya AS Roma yang kemudian di bawanya menjadi Scudetto. Dua tahun setelah Shamel lahir, Batistuta di pinjamkan ke Intermilan.

Kemudian pada tahun 2002, setelah lebih dari 10 tahun menetap di Italia, mereka sekeluarga pindah ke Qatar karena Batistuta akan bermain membela klub Al-Arabi untuk beberapa waktu.

Batistuta mengakhiri karier sepakbolanya di klub Al-Arabi, ia pensiun pada bulan maret 2005, setelah berkali-kali mengalami cidera yang membuat dia tidak bisa bermain. Setelah pensiun kemudian ia pindah ke Perth, Australia.

Sepak Terjang Karier Batigol;

Agen Online

1. Awal karier, ketika kecil Batistuta lebih menyukai olahraga lain ketimbang sepakbola. Karena tinggi badannya dia lebih memilih bermain bola basket, tetapi setelah keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia pada Tahun 1978 dan kekagumannya akan kemampuan Mario Kempes, akhirnya dia menjatuhkan pilihannya ke sepakbola.

Setelah sering bermain di jalanan dan di sebuah klub kecil Grupo alegria bersama teman-temannya, ia lalu bergabung dengan klub sepakbola lokal Platense junior team.

Dari Platense kemudian ia terpilih untuk masuk ke Reconquista team yang kemudian memenangkan kejuaraan provinsi dengan mengalahkan Newell’s Old Boys dari Rosario. 2 golnya membuat Newell’s kepincut dan akhirnya mengontraknya pada tahun 1988.

2. Newell’s Old Boys, Batistuta memulai karier profesionalnya bersama klub Newell’s Old Boys, yang pada saat itu dilatih oleh Marcelo Bielsa, yang di kemudian hari akan menjadi pelatih Batistuta di team nasional.

Semua tidak berjalan lancar pada tahun pertama ia bergabung dengan Newell’s, ia jauh dari rumah, keluarga bahkan pacarnya Irina, tinggal di sebuah kamar di dalam stadion dan bermasalah dengan berat badannya yang membuat gerakannya lamban.

Pada akhir musim ia kemudian dipinjamkan ke sebuah team yang lebih kecil, Deportivo Italiano, di Buenos Aires, ia turut berpartisipasi di kejuaraan Carnevale Cup di Italia dan menjadi top skor dengan 3 gol-nya.

3. River Plate, di pertengahan tahun 1989, Batistuta membuat satu lompatan besar dengan bergabung di salah satu klub besar di Argentina, River Plate, tetapi semua tidak berjalan mulus.

Batistuta pada saat itu ada masalah dengan pelatih Daniel Passarella (yang kemudian akan menjadi konfrontasi ketika Passarella menjadi pelatih team nasional) yang membuat ia di keluarkan dari team inti pada pertengahan musim.

4. Boca Juniors, Tahun 1990, Batistuta pindah ke klub rival bebuyutan River, Boca Juniors. Setelah menghilang beberapa lama tanpa bermain di team inti ketika di River, ia sempat mengalami kesulitan namun akhirnya Batistuta berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk Boca.

Pelatih Boca pada waktu itu Oscar Tabárez berhasil membuat Batistuta menjadi striker haus gol, yang akhirnya membuat Batistuta menjadi Top skor kompetisi liga Argentina & sekaligus membuat Boca keluar sebagai pemenang kompetisi liga.

5. Fiorentina, ketika bermain untuk Argentina di kejuaraan Copa america tahun 1991, wakil presiden klub Fiorentina terkesan dengan kemampuan Batistuta dan lalu menjadikan Batistuta salah satu pemain La viola.

Dia memulai musim yang baik di awal kariernya bersama Fiorentina, berhasil membuat 13 gol di musim debutnya di Serie A. Akan tetapi di musim berikutnya (Serie A 1992-93) Fiorentina terdegradasi ke divisi serie B, meskipun Batistuta berhasil membuat 16 gol pada saat itu.

Fiorentina hanya merasakan semusim di Serie B, di bawah asuhan Claudio Ranieri mereka berhasil kembali ke Serie A, dan Batistuta memberi kontribusi 16 gol dalam 26 pertandingan yang dia ikuti.

Batistuta menemukan form terbaiknya, ia kemudian menjadi top skor di musim 1994-95 dengan torehan 26 goals, di ajuga memecahkan rekor Ezio Pascutti yang sudah berusia 30 tahun dengan mencetak 13 gol berturut-turut dalam 11 pertandingan seri A.

Di musim 1995-96, Fiorentina memenangkan Piala Italia & Piala Super Italia. Setelah selalu gagal menjadi Scudetto bersama Fiorentina, Batistuta mulai berpikir untuk pindah ke klub yang lebih besar.

Demi untuk membuat Batistuta tidak pindah, Fiorentina lalu menggandeng Giovanni Trapattoni menjadi pelatih dan menjanjikan untuk melakukan apa saja demi Scudetto.

Setelah memulai musim yang sangat baik dan memimpin liga, di beberapa pertandingan akhir Batistuta mengalami cedera dan membuat ia harus beristirahat selama lebih dari sebulan.

Kehilangan momentum karena cederanya pemain andalan mereka, Fiorentina kehilangan posisi pertama mereka dan harus puas finish di posisi ketiga, yang membuat mereka berhak untuk tampil di liga Champion musim berikutnya.

6. Scudetto bersama Roma, Batistuta tetap tinggal bersama Fiorentina untuk musim 1999-2000, karena tergoda untuk bisa memenangkan Scudetto atau Liga Champion.

Setelah memulai musim dengan cukup menjanjikan, mereka akhirnya hanya bisa finish di posisi ke 7 klasemen akhir Serie A dan tereleminasi di tahap ke-2 Liga Champion.

Musim berikutnya ia di transfer ke AS Roma dengan nilai sekitar $35 juta. Meskipun di dera cidera yang membuat jumlah penampilannya berkurang, ia tetap bisa mencetak 20 gol untuk Roma di musim perdananya dan menuntaskan mimpinya untuk mendapatkan Scudetto. Ia akhirnya mempersembahkan scudetto untuk AS Roma setelah klub itu menunggu sejak tahun 1983.

Musim berikutnya bersama AS Roma, ia mengubah nomor bajunya dari 18 menjadi 20 menyesuaikan dengan gol yang sudah ia buat hingga mendapatkan scudetto. Di musim berikutnya tahun 2002 ia mengubah nomor jerseynya menjadi 33 menyesuaikan dengan usianya.

7. Karier terakhir, Batistuta gagal menemukan form terbaiknya bersama AS Roma di tahun 2002 dan kemudian di pinjamkan ke Internazionale Milan; tetapi ia juga gagal memberi kesan yang bagus (hanya membuat 2 gol) dan kemudian di transfer ke klub Qatar Al-Arabi.

Di Qatar, dia memecahkan rekor gol terbanyak yang di pegang oleh legenda Qatar Mansour Mouftah dengan mencetak 25 gol semusim. Ia mencetak gol lebih banyak di banding jumlah ia bermain.

Batistuta mendapatkan penghargaan sepatu emas karena mencetak gol terbanyak di seluruh kompetisi di Liga – Liga Sepakbola Arab.

Karier Bermain

1988 – 1989 Newell’s Old Boys 24 (7)
1989 – 1990 River Plate 21 (4)
1990 – 1991 Boca Juniors 30 (13)
1991 – 2000 Fiorentina 269 (168)
2000 – 2003 Roma 63 (30)
2003 – 2003 Internazionale (loan) 12 (2)
2003 – 2005 Al Arabi 21 (25)

Total Goal: 440 (249).

Penghargaan yang diraih oleh Gabriel Omar Batistuta:

* Scudetto Serie A (bersama AS Roma) 2000-2001
* Piala Super Italia (Bersama ACF Fiorentina) 1996, (Bersama Roma) 2001
* Argentine Football Writers’ Footballer of the Year 1998
* Piala Italia (bersama ACF Fiorentina) 1995-96
* Serie A Capocannoniere (Top Skor), 26 gol (bersama ACF Fiorentina) 1994-95
* Coppa Italia Top Skor (8 gol) 1995-96
* Copa América (bersama Argentina) 1991, 1993
* Copa América Top Skor, 6 gol (bersama Argentina) 1991
* Top Skor liga Qatar dengan memecahkan rekor 25 gol dari 21 pertandingan
* Top Skor di semua liga di Arab, mendapatkan penghargaan Sepatu Emas
* Batistuta membuat rekor selalu mencetak gol dalam 11 pertandingan Serie A berturut-turut (13 gol)
* Top goalscorer untuk Argentina (56 gol)
* Top goalscorer untuk Fiorentina (168 gol)
* Top Goalscorer peringkat ke-9 sepanjang masa Serie A dengan 184 gol
* Piala Konfederasi (dengan Argentina) 1992
* FIFA 100
* Peringkat ke-3 FIFA World Player of the Year 1999
* Copa Kirin (bersama ACF Fiorentina) 1992
* Artemio Franchi Trophy (bersama ACF Fiorentina) 1993.

Masa Pensiun Batistuta

Batistuta akhirnya gantung sepatu pada tahun 2005 an pindah ke Perth, Australia. Di luar keinginannya untuk mendapatkan lisensi melatih, ia saat ini belum terlibat lagi dalam dunia sepakbola (dia malah memilih untuk bermain golf atau polo).

Gabriel Batistuta sesungguhnya sangat inginkan suatu saat dapat melatih team nasional Argentina atau Australia. Apakah dapat terwujudkan atau tidak ?

Inilah Video Goal Terbaik Gabriel Omar Batistuta

Tags: , , , , , , , , , , , ,
Judi Bola Undepo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply